Kisah Masa SMA

Entah perasaan apa yang membuatku tertarik dengan teman sekelasku. Tapi anehnya perasaan tertarik itu muncul setelah hampir kami menyelesaikan sekolah (menjelang Ebtanas). Padahal sebelumnya aku tidak respon sedikitpun padanya.Dan perasaan rindupun hinggap saat kami telah selesai melakukan kegiatan sekolah (saat itu sedang menunggu kelulusan). Dan saat kelulusan tiba hal tersebut tak ku sia-siakan untuk dapat melepas rinduku tapi hanya sebatas pandang dan salaman saja yang disertai obrolan ringan. Aku berusaha untuk memendam perasaanku karena aku khawatir kalau dia tahu perasaanku terpendamku. Sebut saja namanya Sony (bukan nama sebenarnya) dia tidak terlalu tinggi, memiliki bibir yang cukup seksi untuk ukuran pria, memiliki tubuh yang padat berisi dan banyak ditmbuhi bulu (ini ku ketahui dari tangan, kaki dan bulu bulu halus yang tampak di sekitar leher belakang).

Deritaku berlangsung lama karena sudah hampir empat tahun sejak kelulusan itu aku tak pernah lagi bertemu dengannya. Dan aku menyoba untuk dapat melupakannya walaupun itu tak mudah bagiku, aku juga tak jarang menanyakan siSony pada temanku yang lain, dan aku dengar kabar terakhir dia telah bekerja di kota lain.

Saat tahun kelima tiada kusangka dan kuduga dia datang kerumahku, tapi aku hanya berpikir dia hanya bersilaturahmi saja maklumlah saat itu masih suasana lebaran. Dia bercerita kalau dia mendapat cuti lebaran selama dua Minggu Setelah lama berbincang bincang dia mengajakku \ kerumahnya yang berada diluar kota dari tempat tinggalku. Tentu saja hal ini sulit untuk aku menolaknya, karena yang mengajak aku adalah orang yang pernah membuat aku merasakan rindu. Setelah menyiapkan pakaian dan berpamitan pada Ibuku kami berangkat dengan motor miliknya saat itu masih pukul 15.00. Diperjalanan aku lebih banyak diam, karena aku yang berada dibelakang takut dapat menggangu konsentrasinya mengendari motornya. Tapi nafsuku mulai muncul saat kulihat rambut halus belakang lehernya, dan aku coba untuk mengalihkan perhatianku, tapi rambut-rambut itu seolah-olah terus saja memangilku.

Dan nafsuku terus saja meningkat saat kami memasuki areal perkebunan sawit milik PTPN yang saat itu disertai hujan rintik-rintik. Setelah cukup jauh dari keramaian entah dorongan apa yang membuatku mencium penuh nafsu leher belakangnya yang banyak ditumbuhi rambut-rambut halus itu. Tentu saja siSony mersa terkejut mendapat perlakuaan yang tiba-tiba itu, dan hampir saja kami terjatuh dari motor karena hilangnya keseimbangan. Dan saat itu pula aku pun mersa sangat menyesal sekali atas perlakuanku tadi, kemudian dia membelokkan motornya ke arah kanan dan memasuki areal perkebunan itu. Aku berpikir dia akan sangat marah atas perlakuanku tadi, kalau sampai dia marah aku bisa ditinggal diareal perkebunan itu bisa berabe nih pikirku, kan aku tidak tahu jalan pulang apalagi ditinggal disana ihhh…. serem sunyi dan gelap lagi. Dan saat dia mematikan motornya kamipun turun dari motor dengan agak sedikit takut aku berniat meminta maaf padanya.Tapi saat masih belum selesai aku mengucaucapkan kata ma’af bibirku tidak lagi bisa bergerak karena Sony sudah mendaratkan bibirnya yang seksi kebibirku dan dia mulai dapat memsuki lidahnya kedalam mulutku, dan saat dia melepaskan lumatan bibirnya diapun berkata “kau tak perlu meminta maaf atas tindakanmu tadi, aku nggak marah kok ! Cuma terkejut, habis kamu nggak bilang bilang sih mau mencium leherku” mendengar dia berkata begitu aku langsung senang dan segera kubalas dengan kecupan di keningnya yang aku selusuri sampai bibir kami bertemu lagi.

Entah dorongan apa yang membuatku semakin melumat bibirnya yang tipis seksi dan semakin ku rasakan birahiku yang meninggakat tak terasa kami berbaring diatas rumput yang basah karena masih digujur hujan gerimis. Saat itu posisi tubuhku menimpa dadanya yang bidang dan masih dalam posisi bibir kami yang saling bertaut, kuberanikan membuka beberapa kancing dari kemejanya hal serupa pula dia lakukan padaku. Saat empat kancingnya terbuka tampaklah olehku dadanya yang bidang dengan ditumbuhi bulu-bulu halus yang semakin meningatkan nafsuku saja. Sambil memandangi dadanya aku mulai meraba-raba dadanya untuk mencari pentil yang coklat susu tersebut, ternyata perlakuanku itu membuat dia mendesah pelan “aahhh….. ahhhh”. Setelah kutemukan langsung saja kulumat dan kugigit mesra pentilnya dan desahan itu terdengar semakin kuat dan panjang “ahhhh…… ahhhhhhh ahhhhhhh terus …. Wan…” dan aku semakin bernafsu saja melumat pentillnya. Dan tiba tiba saja saja kami dikejutkan oleh suara seseorang “Haaii!! Sedang apa kalian” bentaknya. Langsung saja kami segera bangkit dan berlari sambil mengancingkan kembali kemeja yang kami kenakan menuju motornya dan langsung dia gas kuat dan meninggalkan bapak tadi. Dan
setelah kami berada dimotor barulah kuketahui bahwa si bapak tadi adalah penjaga kebun sawit milik PTPN tersebut. Kami melaju kencang menuju rumahnya yang sudah tidak terlalu jauh. Aku merasa seperti kehilangan kesempatan yang sangat berharga saat itu.

Akhirnya sampai juga kami memasuki halaman rumahnya. Muncullah seorang anak perempuan yang lucu menyerahkan kunci rumah sambil berkata “tadi Bu de, Pak de dan kak Cindy pergi ke rumah nenek, karena kakek sedang sakit, jadi kunci rumah mas Sony dititipkan sama Ibu dan saya disuruh ibu untuk memberikannya pada Mas Sony kalau mas pulang”. Sambil mengambil kunci itu Sony mengucapkan terima kasih disertai mengelus rambutnya.. Gadis cilik itu pun menganguk dan berlari pulang kerumahnya.

Kami pun memasuki rumah Sony yang sederhana namun cukup luas untuk ditinggali empat orang , Sony adalah anak tertua sedangkan adiknya perempuan masih bersekolah kelas satu SMP. Setelah cukup lama aku memandangi seisi rumah Sony menyuruhku untuk mandi dan membersihkan lumpur yang tadi menempel ditubuh kami . Sambil menyerahkan handuk putih bersih dia menujukkan letak kamar mandi yang menyatu dengan kamarnya. Sementara dia mandi di kamar mandi dekat dapur. Betapa terkejutnya aku saat keluar dari kamar mandi kulihat Sony sudah berbaring diatas spring bed miliknya yang hanya mengenakan celana dalam saja sambil tersenyum dan menatapkau.

Dia memberi isyarat dengan jarinya agar aku menghampirinya. Saat aku tiba di pinggir tempat tidur, dengan cepat dia menarik tanganku hingga aku terjatuh tepat disamping tempat dia terbaring. Dan dia mulaimencium keningku, kupingku dan sedikit menggigit pelan yang kemudian ciumannya dijalankan tepat dileherku. Kembali aku terangsang hebat, saat dia membisikan ditelinggaku “mari kita lanjutkan permainan yang tertunda tadi”. Dan aku tidak dapat membalas ucapannya karena mulutku sudah kembali dicium dengan ganas, dilumat dan lidahnya yang hangat mulai memasuki kemulutku membelai-belai langit langit mulutku. Dengan tak kalah bernafsu hal serupa telah kulakukan padanya.

Cukup lama kami melakukan ciuman hangat itu. Dia melepaskan bibirnya dan beralih dengan mengelus dadaku yang tidak begitu bidang (karena aku kurus kali ya..?) dan memainkan puting kiriku dengan bibirnya sambil tangannya bermain diputing kananku, dan tanpa kusadari keluarlah erangan dari mulutku “ah… ah….geli Son” saat dia menggigit pelan putingku. Saat erangan itu keluar, Sony lebih bernafsu untuk mengigit putingku bergantiaan kanan dan kiri, kurasakan tangannya mulai membuka handuk yang aku kenakan. Sehingga kontolku yang sudah lama tegak kini dapat menghirup udara bebas.

Kini dia mulai melancarkan aksinya dengan mencium dan memainkan lidahnya di pusarku dan terus kebawah, dan tanpa ragu dia menjilati kepala kontolku yang sudah basah oleh cairan percum, kurasakan suatu yang luar biasa saat itu, dan dengan bernafsunya Sony kini memsukan kontolku kedalam mulutnya, hanggat dan berdenyut-denyut kontolku didalam mulutnya, sementara tangannya dengan asik meremas-remas buahku secara bergantiaan.

Karena aku mengininkan hal serupa, aku memintanya untuk berbalik sehingga posisi kami 69,. Sony pun menuruti kemauanku, saat itu posisiku menindih tubuhnya sehingga dapat dengan jelas kulihat cairan yang yang membasahi cd birunya. Kuhisap kontol miliknya yang masih terbungkus cd itu. Dan saat aku membuka dengan paksa cdnya, maka keluarlah kontol yang ditumbuhi bulu bulu kasar tepat didepan mataku. Melihat pemandangan itu tanpa dikomando lagi, akupun memasukkan kontol miliknya kedalam mulutku. Kujilat seluruh batangnya seperti aku makan lolipop coklat, dan sekali-kali aku gigit pelan kepala kontolnya. Dan kurasakan rasa asin yang nikmat saat kuemut kepala miliknya sementara dia masih saja mengemut punyaku. Aku terkejut saat dia melepaskan kontolku dari mulutnya, rupanya dia ingin mengatakan sesuatu “Wan aku ingin dimasukkan dengan punyamu !!..” mendengar perkataannya itu aku menjawab “tapi aku belum pernah melakukannya
sebelumnya Son!” dia pun mengatakannya “nanti kamu akan
tahu sendiri kok”.

Dengan posisi seperti orang sujud dia menyuruhku agar aku memandangi dulu lubangnya. Aku melihat bulu-bulu yang menutupi lubangnya. Kudekatkan wajahku, kuraba dankusibakkan bulu-bulu tersebut sehingga tampaklah lubangnnya yang coklat kemerahan yang sudah menanti kehadiran kontolku. Melihat lubang yang begitu seksi dan harum khas yang menggoada maka kudekatkan lagi wajahku sampai hidungku mengenai pantatnya yang gempal, karena merasa masih sedikit terhalang oleh kedua belahan pantatnya maka kerengangkan belahan tersebut sehingga napak dengan jelas lubang yang dekelilingi bulu-bulu yang rimbun. Aku mencoba mencium lubang seksi miliknya dankumainkan lidahku pada lubang yang sedari tadi sudah sangat menggodaku. Terdengar erangan Sony “emmhh…. emm…. ah….. ahhh…… ayo cepat masukkan dong Wan” pintanya. Instruksinya tidak segera aku ikuti, sekarang aku mencoba memasukan jari manisku dilubangnya dan terdengar dia kembali mengerang “emmh… em… ah…. ahhh…” kurasakan jariku begitu hangat dan seperti dipijat-pijat oleh dinding daging dalamnya. Aku berpikir dalam hati “jariku saja begitu nikmat, apalagi bila batangku yang didalamnya” perlahan tapi pasti kukeluarkan
jariku yang telah ditelan anusnya tadi.

Dengan posisi berlutut aku menuntun kontolku yang sudah tegak sejak tadi keanusnya, kucoba menekan kontolku, ternyata tak semudah yang kubayangkan, merasakan kesusahan yang kualami Sony pun menyuruhku untuk melumuri kontolku dan anusnya dengan air liurku sambil tersenyum dia mengatakan “coba lumuri Wan punyamu dan lubangku dengan liurmu, habiiss… punyamu gede amat sih”. Perintah darinya pun kuturuti dan setelah seluruh batang besar milikku dan anusnya kulmuri dengan liurku aku mencoba melakukannya lagi dan dengan dorongan yang lebih kuat,
akhirnya ujung kepala kontolku dapat memasuki lubangnya dan dengan dorongan yang lebih kuat lagi kini seluruh kepala sudah berhasil memasuki pintu darurat miliknya. Terdengar pekikan Sony “pelan…. pelan wan..! agak sakit nih” kehentikan beberapa detik doronganku dan kembali ku sodokkan kontolku setelah Sony meminta melanjutkan. Aku kembali mendorong pantatku tapi kali ini kulakukan dengan hati-hati, aku takut akan menyakitinya. Setelah setengah batangku ditelan oleh anusnya kuhentikan kembali gerakanku dan tanpa dia sadari aku coba lagi menekan dengan sangat kuat pantatku sehingga kini batangku tak dapat terlihat lagi olehku.

Rupanya tindakan ini membuat dia kembali menjerit kecil. Dan kini yang kurasakan kontolku dari ujung sampai pangkal seperti dipijat oleh benda hangat dan kenyal. Aku berpikir oh… inilah rupanya nikmat yang selama ini tak pernah aku rasakan. Setelah anus milik Sony sudah dapat beradaptasi dengan kontolku, kembali kugerakakn pantatku maju mundur. Erangan itu kembali terdengar “emm… emm ahhhhh…. teruskan say …, lebih cepat dan kuat” rupanya dia sudah mersakan nikmatnya kontolku. Akupun ikut mengerang merasakan sensasi yang tiada duanya, “ah….. ahhhhhhhhhh…… ahhh….” saat itu kurasakan kontolku berdenyut denyut merasakan hal ini kuhentikan gerakanku. Ini sengaja kulakukan agar aku dapat lebih lama merasakan hangatnya anus milik Sony. Setelah hampir dua menit kubiarkan kontolku, kembali serangan yang lebih dahsyat kulakukan dan tentu saja hal ini membuat Sony semakin mengerang keenakkan, apalagi desahan-desahan dan erangan yang keluar begitu saja dari mulut kami membuat kamar yang tadinya sunyi kini dipenuhi oleh suara-suara erotis milik kami. Saat kembali kurasakan kontolku berdenyut aku megerakan pantatku maju mundur dengan cepat dan teratur, setelah kurasakan spermaku sudah berada di kepala kontolku kembali kupercepat goyanganku dan akhirnya, air kental nikmat itu keluar dalam anus Sony. Creeet….ceeett… creeeet.. yang diikuti eluhan panjangku ah…… ahhh………….. ahhhhhhhh…… kurasakan habis isi
kontolku didalam anus miliknya, aku pun terkulai lemas. Diatas punggung milik Sony kubiarkan kontolku didalam anusnya yang sudah basah dan penuh dengan cairan kentalku. Kontolku terlepas begitu saja saat Sony berbalik, kulihat kontolku yang basah mengkilat terus saja melemas. Sony lalu mencium keningku dan mengucapakan “thank’s honey” ciumannya membuat aku kembali merasa semangat dan seolah-olah rasa lelah akibat perjuanganku tadi hilang begitu saja.

Karena merasa ingin membalas kenikmatan yang kurasakan akupun menyerahkan anusku untuk dimasukin kontol miliknya, tapi dia menggeleng dan dia berkata “tak perlu seperti itu say…! , cukup kau hisap saja milikku” mendengar hal itu langsung saja aku mengambil posisi tepat diselangkannya yang aku buka lebar sementara Sony hanya setengah dudukdan bersandar dengan bantal di kepala spring bed. Kulakukan permintaannya dengan mengocok dengan pelan kontolnya sampai ukuran maksimal. Setelah kontol itu mencapai ukuran yang maksimal kukulum kepala kontolnya serta kujilati lubang pipisnya yang membuat dia mendesah “ahhhh…… ahh………….” dan kujilati pula seluruh batangnya seperti sedang menyantap es cream cone.

Kuberikan sensasi mengigit dengan bibirku kepala kontolnya yang sudah berwarna merah keunguaan. Rupanya tindakan ini membuat dia semakin menikmati permainanku. Kini kualihkan dengan dua biji pelir miliknya ku hisap kuat secara bergantiaan sambil tangan ku terus aktif mengocok
batangnya. Setelah bosan dengan biji tadi kini aku beralih kembali kebatang miliknya kuhisap, kujilat kugigit pelan dan yang terakhir kumasukan seluruh batang tersebut kedalam mulutku. Rasa gurih dan asin kurasakan saat cairan putih bening keluar dari kontolnya, ini semakin membuat aku semakin gencar memaju mundurkan kepalaku yang diikuti gerakan dari pantat Sony. Gerakan yang kubuat kini tak kalah dengan gerakan dari pantatnya. Kurasakan Sony seperti mengentot mulutku, diikuti erangan erangan halus yang keluar dari mulutnya kurasakan pula kontolnya yang berdenyut didalam mulutku. Karena kutahu dia akan mencapai puncakknya maka sedotan dan gerkan kepalaku ku percepat.
Sampai akhirnya “ahh….. ahhhhh……..aaaahhh…….” creeeetttt……creeet………creeeett…… cairan hangat milikknya tumpah didalam mulutku bahkan ada yang langsung sampai kekerongongan karena kuatnya semburan dari kontolnya, dan cairan yang rasanya aneh tapi nikmat itu kutelan habis tanpa sisa. Kembali kukulum kepala kontol miliknya untuk membersihkan sperma yang masih tersisa. Sony meras geli dan mengelinjang dengan perlakuan ku tadi. Dan akhirnya permainan itu pun aku sudahi. Aku bangkit dan memberikan kecupan hangat pada kening dan bibirnya. Sony mengatakan pada saat itu “aku juga ingin mersakan nikmatnya spermamu, bila kau tumpahkan di mulutku” tapi
hal itu tidak dapat lagi kami lakukan karena kami sudah cukup lelah dengan permainan tadi.

Saat kulihat jam didinding kamarnya menunjukan pukul 21.35, berarti kami telah menghabiskan waktu lebih dari dua setengah jam. Kami keluar menuju dapur untuk mencari makanan dengan tubuh telanjang yang basah oleh keringat.

Tulisan ini dipublikasikan di K. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s