Cindy

Sangat menjemukan mendengar ocehan guru sejarahku yang membuat
aku pusing , karena aku tidak menyukai pelajaran itu apalagi
wajah gurunya judes dan sangat terkenal dengan julukan si
nyamuk karena badanya yang kurus dan suaranya yang sember
seperti nyamuk.
Kriiiiinnnnggg suara bell berbunyi mendandakan waktu pulang
dan itu yang aku tunggu-tunggu , “Cha….elo lewat mana..”
suara Cindy tiba tiba nyeletuk dari sebelahku lewat biasa
sih..cuman nggak tau nih mau ke menyewa VCD dulu kayaknya…,
mau ikut?” jawabku “Boleh…, tapi kerumah gue aja yuk? Gue
ada sewa VCD baru nih!” cindy sambil menunjukan VCD yang baru
dipinjam di rental sebelah sekolah “film apaan…? Bagus
nggak?” sela ku sambil melihat VCD yang dipegangnya “Dijamin
deh ..gini gini khan tau film yang ok” jawabnya sambil
memasukan VCD nya ke tasnya.

“Udah yuk sekarang perginya biar nanti nggak kesorean” dengan
tidak sabar aku langsung keluar kelas bersama
Cindy,sesampainya dirumah ternyata .. “kok sepi banget Cind?”
tanyaku “iya..bokap and nyokap pergi ke surabaya , makanya gue
berani ajak elo , jarang jarang khan kalo gue ngundang cowok
kerumah gue” jawab Cindy sambil membawakan air minum. “Wah
enak dong kita bisa ngapa ngapain” jawabku sambil bercanda.
“Ah elo bisa aja”. “Eh Cha elo udah pernah nonton film blue
belon?” tanya Cindy malu malu “udah, kenapa?” tanyaku “nggak
tanya aja, kemaren malam gue ngintip bokap gue nonton film
gituan dikamarnya, buset satu cewek dua cowok nggak sakit apa
yach ceweknya?” tanya Cindy heran “ah elo nanyanya bikin gue
ngaceng nih..”

“Lihat donk Cha..kontol elo… boleh nggak ?”. “Boleh tapi elo
mesti buka baju lo juga , biar adil”. “ok, tapi elo yang
bukain yach dan gue bukain baju elo!” akhirnya kami saling
membuka baju masing masing…. Aku merasakan sentuhan tangan
Cindy yang halus apalagi saat ia memegang kontol gue..ah..enak
banget. “Cha ? kontol elo gede juga cha…” kata Cindy sambil
mengelus kontol gue, gue nggak bisa bilang apa apa karena
keenakan dipegang Cindy… “Cind ..isep dong say…gatel
nih…” Cindy pun langsung memasukan kontol gue ke mulutnya
dan mengisap kedalam mulutnya sampai pangkalnya… ternyata
Cindy pintar sekali memainkan lidahnya mengulum kontol gue..
“gantian cha… gue juga gatel nih..” Pinta Cindy sambil
langsung berbaring di sofa ruang tamu itu dan mengangkang
seolah siap untuk dijilati, akupun langsung menjilati memeknya
yang kemerah-merahan itu dengan bulu jembutnya yang tebal
sekali.

Itil Cindy telah mengeras ku jilat-jilat terus pada ujung nya,
kuhisap-hisap , cindy mulai mengerang merasakan kenikmatan
luar biasa yang baru pertama kali dirasakan “sshhh.. nggkk..
ahhh.. enak Cha.. terusin… Cha aduh.. ssshhhsh…” suara
Cindy membuat ku makin menikmati memeknya yang makin memerah
dan mengeras basah. “Cha masukin dong kontol elo.. nggak kuat
nih..” pinta Cindy memelas akupun langsung memasukan kontol ku
ke lobang memeknya yang masih sempit dan.. blesss.. kumasukan
pelan pelan wah enak sekali hangat memeknya membuat ku makin
bergairah. “Ngggg.. sshhh.. akhkkhhh.. enak Cha terusin yang
dalam Cha….. achhhsss….” kata cindy. Aku mulai
mengoyangkan kontolku keluar masuk memeknya terdengar seperti
suara becek dibibir memeknya yang sempit itu. ach nikmat
sekali kontolku terasa disedot-sedot nikmat, Cindy memutar
mutar pinggulnya membuatku semakin bersemangat menggenjot
memek nya.

Tak terasa ternyata kami telah melakukan lebih kurang 45 menit
dan sepertinya Cindy sudah mulai mengejang pertanda mau
mencapai orgasme.”Cha aku mau keluar nih…” badan Cindy mulai
berkelojotan dan.. nggg aaahhhhh keluar banyak cairan dari
memek Cindy. Melihat Cindy orgasme akupun menjadi ingin
orgasme pula, Cindy terdiam lemas sambil merapatkan kakinya,
aku segera mempercepat genjotan kontolku dimemeknya dan ujung
kontolku terasa makin geli-geli nikmat acchhhh…… sssrrrr
cret cret crettt…..ttt… kuhujamkan kontolku dalam-dalam,
air mani ku keluar banyak sekali didalam memek Cindy, “Cind
aku juga keluar ah eenaakk.. tenan !!!” dengan lemas aku
berbaring telentang disebelah Cindy . “Cha kamu hebat,
ternyata main sex itu enak sekali ya..” kata Cindy. “Iya Cind
kamu juga hebat , aku nggak nyangka kalau kita bisa seperti ini, kamu mau nggak jadi pacar gue Cind ?” pintaku sambil
membelai rambutnya Cindy mengangguk menandakan setuju.

Mulai saat itu kami berdua sering pulang bareng dan bila nafsu
kami memuncak , kami sering melakukannnya, sekarang Cindy
telah menjadi istriku dan semua itu menjadi kenangan indah
yang tak mungkin kami lupakan.

Tulisan ini dipublikasikan di C. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s