Andre

Pacarku bernama andre. dia cowok yang baek dan cakep [kata temen-temenku]. Aku mengenalnya dari temanku, dia memperkenalkan kami sewaktu kegiatan mahasiswa. Kami menyukai satu sama lain. kami sudah jalan selama satu tahun.
dia cinta pertama ku dan pertama juga aku kehilangan kegadisanku.

ceritanya kami pergi ke undangan teman andre.Andre mengajakku ke pesta temannya, sekalian dia ingin memperkenalkanku kepada teman-temannya. Sebetulnya aku tidak menyukai pesta, tapi karena demi dia, aku jadi mesti pergi mendampinginya. Aku juga ingin mengetahui teman-teman Andre itu seperti apa.

sehabis pulang dari pesta ulang tahun temannya, karna larut malam, andre berkata untuk mengantarkanku pulang besok hari. tapi aku menolaknya, dengan alasan orang tuaku akan marah besar, jika aku tidak pulang. Dan lagi pula aku menjaga etiketku, karena aku tidak mau dicap oleh orang tua ANdre, perempuan murahan. Jadi aku memaksa ANdre mengantarkanku pulang.

akhirnya, andre mengiyakan aku untuk mengantar pulang ke rumahku. Setelah berpisah satu dengan yang lain, Andre juga berpamitan ria dengan teman-temannya, kami pun pulang. Aku sebenarnya cukup senang juga denga pesta yang diadakan temannya. Banyak kenalan cowok-cowok cakep, dan aku setidaknya malam ini tidak bosan di rumah setelah satu minggu mengikuti test di kampus. SUntuk jugalah kalo di rumah terus, bener kan?

RUmah aku dan rumah ANdre itu jauh sekali. Kalau bisa dibilang dari utara ke selatan. Maka dari itu ANdre juga tidak mau menangantarku pulang malam ini, karna dari pesta saja sudah jam 11 malam. Dari rumah temannya itu ke rumahku sangat jauh bisa makan waktu satu jam lebih. Aku hanya diam dan kadang-kadang bercerita tentang pesta dengan ANdre. ANdre dengan tenang mengemudikan mobilnya dan kadang-kadang menoleh ke arahku dengan tersenyum saat aku menatapnya mesra.

Akhirnya selama satu jam itu akan berakhir, betapa senang hatiku, aku capek juga oleh perjalanan ini, pengen dong pulang ke rumah dan cepat-cepat ganti baju dan tidur.

tiba-tiba jalan yang semestinya belok ke kanan menuju rumahku, andre meneruskannya ke arah pegunungan.
aku menjadi bingung oleh sikapnyha.

“ANdre, kamu salah jalan sayang, kita harus berbelok ke kanan tadi. Kamu melewatinya, sayang, ” kataku lemah lembut.

Tiba-tiba di suatu belokkan, yang sepi, gelap dan rimbun oleh pohon, Andre …..yang sepi, gelap dan rimbun oleh pohon, Andre memberhentikan mobilnya dan berkata, “Ria, sayang…” tatapnya, dan dia menciumku penuh ambisius dan birahi yg tinggi. Aku membalashnya.
TIba-tiba tangannya menuju ke arah susuku, meremasnya dengan keras. Aku merasakan kalau pentilku ditarik-tarik olehnya, aku meringis kesakitan karna aku hanya memakai bh yang berenda-renda.

“Andre, malu ah…” kataku.
“Kenapa malu, sayang, ga ada orang di sini, tempatnya sepi lagi, gelap juga,” balasnyalemah lembut.

Tangannya turun ke bawah mengangkat rokku dan mulai menyentuh-nyentuh celana dalamku. Dia menekan-nekan memekku perlahan-lahan.

“ANdre, kamu mau apa?”
Andre hanya dia tak menjawab, masih asyik dengan tangannya memainkan memekku dari luar celana dalamku. Tangannyha tanpa berhenti menggosok-gosok memekku. Aku merasakan memekku basah ketika lidahnya menjulur ke arah dadaku.

Lidahnya semakin turun ke arah susuku dan mulutnya menurunkan bhku yang tanpa tali itu.

Aku mendorongnya, “ANdre kita pulang saja sayang,”pintaku .
Tapi dia menarik tanganku ke arah celana hitamnya, aku kaget dengan cepat aku menarik tanganku. “Andre, kita pulang , sayang, kamu ga kasian nanti aku dimarahin orang tuaku pulang kepagian?” pintaku cemas.

Tanpa menghiraukan k ata-kataku , Andre menggosok-gosok memekku dengan cepat, membuatku belingsatan. Ini pertama kali dia melakukannya. “Andre….e.e..e. jangan…”

Tanpa peduli lagi, dia buka celananya dan tarik kontolnya keluar dari celana dalamnya. Sambil mendorong dirinya untuk menindihku, dia remas susuku dengan kuat.

“Andre..jangan sayang……….”
Andre seolah tak menghiraukan ku lagi, dipelorotkannya celana dalamku, dengan cepat…diubahnya kursi jok mobilnyake posisi tidur.

Dengan cepat, digosok-gosokkannya kontolnya di luar memekku sehingga memekku mengeluarkan lendir.

“ah…………ah…….Andreeeeee….sakitt…..” seruku menggeliat-ngeliat kesakitan.

Ini pertama kali aku merasakan kontolnyaa. “AH……ah…”
aku mereganggkan dan membuka lebar pahaku, sementara Andre mengulum susuku yang lumayan untuk orang seumuranku, susuku lumayan montok 36b. Digigitnya …..pentilku, sambil didorong keluar masuk tanpa menghiraukan rintihan kesakitanku.

Dengan cepat ANdre mendorong keluar masuk kontolnya yang lumayan montok dan panjang. Sinar matanya mencerminkan birahinya yang kuat.

“AH…ah….ah….Andreeeee….ah….”
Aku merasakan…keenakan setelah mengalami kesakitan memekku diterobos oleh kontolnya yang besar. Tiba-tiba aku merasakan memekku berdenyut-denyut mengulum kontolnya.

“Ah Ria-ku, enak sekali, enak sekali jepitan memekmu,” pejamnya . ANdre tidak mau kalah didorongnya kontolnya keluar masuk memekku dengan cepat.

Tanpa aku pinta, tiba-tiba dikeluarkannya kontolnya dan menyemburlah spermanya yang kental.

Croth………..crothhhhhhhh

“Ah…makasih sayang, ” katanya lembut sambil mencium susuku.

Aku diam seribu bahasa dengan bengong menerima kehilangan kegadisanku di tengah malam dengannya. Kemudian dia memakai celananya dan menjalankan mobilnya memutar arah balik ke rumahku.

Sejak itu kami sering melakukannya entah itu di rumah dia atau di hotel , maupun di mobilnya, yang jelas bukan di rumahku.

Iklan
Tulisan ini dipublikasikan di A. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s